Skip to main content

Bus Angkutan Karyawan Luar Kota Banjiri Kabupaten Bekasi

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, tampaknya tidak terusik dengan banyaknya  mobil angkutan karyawan dari luar daerah yang mencari makan di Kabupaten Bekasi, tetapi membayar pajak  untuk daerah asalnya. Seharusnya, bus angkutan karyawan itu bisa menjadi andalan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), jika  Dinas Perhubungan bertindak   tegas untuk menindak angkutan karyawan sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini dikatakan oleh pengamat angkutan Amirul S Piola,  SH menjawab pertanyaan wartamerdeka.com kemarin, terkait banyaknya bus luar Bekasi yang beroperasi mengantar jemput karyawan di sejumlah kawasan industri di Kabupaten Bekasi.

Sedikitnya 5.000 bus dan minibus hilir mudik mengais rezeki mengantarkan karyawan yang bekerja di sejumlah kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi. Dari sejumlah bus tersebut, hanya sebagian kecil yang memberi kontribusi ke kas Pemkab Bekasi. Selebihnya masuk lewat jalan  belakang ke saku oknum Dishub yang punya kebijakan untuk mengurus  masalah angkutan karyawan yag berp[elat nomor luar Bekasi.

Itu, kata Piola, terlihat jelas dengan banyaknya mobil yang berpelat daerah lain, bebas mencari rezeki di Kabupaten Bekasi. Padahal, sesuai  aturan, hanya bus angkutan setempat ( lokal), atau yang berpelat nomor Bekasi yang boleh beroperasi karena mebayar pajak kendaraan sebagai kontribusi PAD. “Kalau tidak ada yang membeckingi, mana mungkin bus-bus itu bebas berkeliaraan dan memarkir busnya di pinggir jalan karena tidak mmiliki pool,” kata Piola .

Piola menandaskan, bebasnya bus angkutan karyawan beroperasi dan memarkir kendaraannya di pinggir jalan tentu saja karena dilegalkan oleh dinas terkait, sehingga terkesan  Pemkab cuek dan tutup mata. “Tak sedikit pun  bergeming ,untuk membuat kasnya bertambah, lewat angkutan karyawan,” terang Piola.”Ini tentu merupakan tanggungjawab Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi”.

Kepala Dinas Perhubungan dan Ketua Organda Kabupaten Bekasi yang dihubungi secara terpisah guna konfirmasi atas beroperasi bus angkutan karyawan luar kota, tak berhasil ditemui. Sementara sumber yang layak dipercaya menyebutkan, sedikitnya   ratusan juta rupiah yang menguap dari angkutan karyawan  setiap hari.

“Kalau Dishub Kabupaten Bekasi mau membenahi bus angkutan karyawan, saya yakin ini , selain membuat penataan jalur bus menjadi tertib, juga akan menambah PAD,” kata sumber yang keberatan disebut namanya.herman godjang

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).