Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sejumlah Warga RI Tewas di Yaman, Pemerintah RI Diminta Beri Perlidungan


Ketua RMI Jateng KH Zaim Achmad Mas`shoem

REMBANG (wartamerdeka.com) - Ketua RMI ( Rabit`ah Maahid Islamiyah) Jawa Tengah KH Zaim Achmad Mas`shoem ( Gus Zaim) meminta kepada Pemerintah RI melalui kedubesnya di Republik Yaman untuk terus memantau situasi politik disana dan memberi perlindungan terhadap warga RI dan mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Yaman


Hal itu dikarenakan kian memanasnya situasi politik di Yaman dan beberapa Negara timur tengah akhir-akhir ini, menyusul tewasnya beberapa warga Indonesia di Republik Yaman.  KH Zaim yang juga pengasuh ponpes Kauman,Lasem,Rembang mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan para mahasiswa yang sekarang ada di Yaman, karena RMI sebagai salah satu pilar pengembangan SDM Nahdlatul Ulama (NU) sudah lama mengakses mahasiswa Indonesia ke Universitas Al Aghaff,Yaman dengan program bea siswa.

“Saya beberapa waktu lalu memang ke Yaman dengan sejumlah tokoh penting dari Indomnesia, untuk menghadiri seminar di Yaman. Dari catatan yang ada saat ini ada sakitar 600 mahasiswa Indonesia berada di negeri Yaman,” kata Gus Zaim,di kediamannya, Selasa (20/12).
 
Bersama para kiai lain Gus Zaim mendesak agar Kedubes RI di Yaman terus berkoordinasi dengan Kemenlu di tanah air terkait situasi politik di Yaman sehingga membuat orang tua di tanah air merasa terlindungi. Pihaknya juga meminta tidak ada diskrimnasi antara konflik di Mesir dan di Yaman terkait pemulangan mahasiswa saat dirasa perlu. (hasan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama