Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dikira Air Mineral, Seorang Ibu Minum Cairan Kimia, Langsung Dilarikan Ke RS

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Ibu Enur (47 tahun) seorang ibu rumah tangga warga kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya tumbang setelah meminum cairan kimia yang biasa dipakai mengkilapkan kayu.

Cairan kimia itu dia beli sendiri pada hari Minggu (6/6/2021) dan disimpan di kulkas lalu jam 10 .00 wib dia merasa haus dan meminumnya alhasil mulut ibu rumahtangga itu membusa dan langsung di larikan ke IGD RSU dr Soekarjo Kota Tasikmalaya.

Usut punya usut ternyata cairan kimia itu milik anaknya untuk membuat kerajinan di sekolahnya, dan Ibu Enur pun tak sengaja meminumnya karena cairan kimia itu dalam sebuah botol air mineral.

Dia mengaku lupa, padahal dia sendiri yang mengemasnya sebelum disimpan di kulkas.

"Kemarin sore saya masukkan sendiri ke kulkas. Eh pas lagi makan dan ingin minum, saya lupa dan meminumnya, mulut saya berbusa dan muntah-muntah," terang Enur saat memberi keterangan kepada petugas Polisi di IGD.

Sementara ini, Kapolsek Indihiang Kompol Didik Rohim Hadi mengatakan, korban saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban diduga salah minum dan yang diminumnya cairan kimia bukannya air mineral.

"Kepolisian masih menggali informasi apakah ada dugaan kesengajaan atau memang benar korban ini lupa,"  ujar Didik kepada wartawan.

(H. Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama