Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Di Masa Pandemi, Kasus Gizi Buruk (Stunting) Di Kota Tasikmalaya, Meningkat Drastis

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Kasus kurang gizi atau gagal tumbuh pada balita (stunting) di Kota Tasikmalaya yang  tersebar di10 Kecamatan atau di 69 kelurahan mengalami peningkatan.

Sekarang ini peningkatan angka stunting di Kota Tasikmalaya  mencapai 17,58%, selama masa pandemi hingga Oktober 2021,atau sebanyak 5.290 balita. Ini menurut catatan sementara Dinkes Kota Tasikmalaya.

Ini terjadi karena mungkin kurang tumbuhnya perekonomian, hingga daya beli nasyarakat akan  makanan yang bergizi berkurang, hingga pertumbuhan balita terhambat atau bisa disebut kerdil.

Kata Uus, stunting pun  bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti perilaku bersih keluarga kurang bagus, sanitasi air yang tidak bersih, jamban yang tidak sehat juga  bisa menimbulkan penyakit, hingga menyebabkan gizi ibu hamil menjadi tidak baik, itu juga berpengaruh kepada stunting.

Penanggulangannya, selain memperbaiki gizi melalui makanan dan berpola hidup sehat, Pencegahan atau penanggulangan stunting ini bisa di lakukan juga engan memberi penyuluhan gizi seimbang pada ibu hamil, promosi Inisiasi Menyusui Dini (IMD), promosi memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sampai usia bayi 6 bulan.

Pencegahan stunting ini harus dilakukan mulai dari seribu hari pertama kehidupan bayi,dari janin usia 0 bulan sampai dengan usia 2 tahun.

Lalu untuk setiap ibu hamilnya, minimal diperiksa 4 kali selama kehamilan, serta diberikan tablet tambah darah (Fe) minimal 90 tablet, dan juga perlu diberi asupan gizi tambahan 

"Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh Dinkes saja, tetapi perlu kerjasama dengan intansi lainya, seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Dinas Disperindag, untuk bersama-sama menurunkan dan menekan angka tersebut selama pandemi terjadi," kata Uus, Jumat(15/10/2021)

Selain itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan penurunan angka kasus stunting pada 2024, itu sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2024.

Selain itu juga Dinkes melaksanakan kampanye gizi, program kesehatan, dan gizi berbasis Masyarakat.

Sedangkan Para balita yang mengalami stunting  karena asupan makanan tidak sesuai kebutuhan gizi, yang paling banyak adalah di Kecamatan Tamansari, Cibeureum, Indihiang dan Cipedes,"  demikian keterangan Uus Supangat kepada para Pewarta (HA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama