// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

Festival 1000 Olahan Burung Mandar


LAMONGAN (wartamerdeka.info) -Memiliki beranekaragam festival seperti Festival Gandrung Rajungan, Dayung Perahu, Layang-layang, Pecel Lele, Sego Muduk, Kupatan, dan Pindang, bertepatan dengan HUT ke-78 RI Lamongan kembali memunculkan festival baru, diantaranya yakni Festival 1000 Olahan Manuk Teruk. Dilaksanakan, Sabtu (19/8) di Desa Jabung Kecamatan Laren, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ansor dan Fatayat Desa Jabung.

Manuk Teruk atau Peruk atau Burung Mandar Batu sendiri merupakan spesies burung pemakan serangga air, binatang kecil, juga pucuk tanaman muda, yang hidup di danau, kolam, parit, sawah, dan tambak payau. 

Di Kabupaten Lamongan tepatnya di Desa Jabung, burung ini sudah dikenal sejak jaman nenek moyangnya sebagai alternatif pengganti lauk ikan saat musim kemarau. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Penyelenggara Festival Rifqi Basit.


"Manuk Teruk ini dipilih karena merupakan salah satu ciri khas, ikon Desa Jabung. Turun temurun dari Mbah-Mbah zaman dulu, Manuk Teruk ini alternatif kalau tidak ada ikan di rawa pas musim kemarau, karena mudah sekali ditemukan. Ini juga sebagai wadah memperkenalkan ciri khas Jabung pada daerah lain," Jelas Rifqi Basit.


Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada kesempatan tersebut berharap, diselenggarakannya festival seperti ini akan dapat berdampak pada perputaran perekonomian di Lamongan, sekaligus mampu menarik pengunjung luar daerah dengan memunculkan potensi desa yang dimiliki.

"Diolah dengan tetap menjaga ekosistem keberadaan Manuk Teruk ini sendiri, tadi dikatakan juga mudah ditemui, kadang juga dianggap sebagai hama padi. Adanya festival seperti ini diharapkan dapat menambah Khazanah kuliner Lamongan, melalui adanya kegiatan seperti ini juga akan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah," kata Pak Yes. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama