Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Festival 1000 Olahan Burung Mandar


LAMONGAN (wartamerdeka.info) -Memiliki beranekaragam festival seperti Festival Gandrung Rajungan, Dayung Perahu, Layang-layang, Pecel Lele, Sego Muduk, Kupatan, dan Pindang, bertepatan dengan HUT ke-78 RI Lamongan kembali memunculkan festival baru, diantaranya yakni Festival 1000 Olahan Manuk Teruk. Dilaksanakan, Sabtu (19/8) di Desa Jabung Kecamatan Laren, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ansor dan Fatayat Desa Jabung.

Manuk Teruk atau Peruk atau Burung Mandar Batu sendiri merupakan spesies burung pemakan serangga air, binatang kecil, juga pucuk tanaman muda, yang hidup di danau, kolam, parit, sawah, dan tambak payau. 

Di Kabupaten Lamongan tepatnya di Desa Jabung, burung ini sudah dikenal sejak jaman nenek moyangnya sebagai alternatif pengganti lauk ikan saat musim kemarau. Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia Penyelenggara Festival Rifqi Basit.


"Manuk Teruk ini dipilih karena merupakan salah satu ciri khas, ikon Desa Jabung. Turun temurun dari Mbah-Mbah zaman dulu, Manuk Teruk ini alternatif kalau tidak ada ikan di rawa pas musim kemarau, karena mudah sekali ditemukan. Ini juga sebagai wadah memperkenalkan ciri khas Jabung pada daerah lain," Jelas Rifqi Basit.


Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, pada kesempatan tersebut berharap, diselenggarakannya festival seperti ini akan dapat berdampak pada perputaran perekonomian di Lamongan, sekaligus mampu menarik pengunjung luar daerah dengan memunculkan potensi desa yang dimiliki.

"Diolah dengan tetap menjaga ekosistem keberadaan Manuk Teruk ini sendiri, tadi dikatakan juga mudah ditemui, kadang juga dianggap sebagai hama padi. Adanya festival seperti ini diharapkan dapat menambah Khazanah kuliner Lamongan, melalui adanya kegiatan seperti ini juga akan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah," kata Pak Yes. (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama