// Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. // Indeks saham Nikkei 225 turun lebih dari 2.000 poin (+4%), pada Senin pagi, di tengah kekhawatiran konflik di Iran akan meningkat dan mengganggu pasokan minyak mentah. // Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan Amerika Serikat sedang merencanakan serangan darat meskipun dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. //

Berita Foto

Wisata

Profil: Anda AH

Juru Bicara Houthi Memperingatkan Serangan Jika Kapal AS Menyerang Iran dari Laut Merah


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Seorang juru bicara pemberontak Houthi di Yaman telah memperingatkan kemungkinan serangan terhadap militer AS jika kapal angkatan laut Amerika menyerang Iran dari Laut Merah.

Lanjut...

WMChannel


 

Program Prioritas, Lahirkan Kembali Kader PII

Surabaya, wartamerdeka.info, - "Bagaimana menghidupkan dan menghadirkan kembali pelajaran islam Indonesia (PII) di setiap wilayah," ungkap H. Nasrullah Larada, ketua PP KB PII saat memberi sambutan pada Pelantikan Pengurus Wilayah Keluarga Besar  (KB PII) Jawa Timur.

Menurut Nasrullah, eksistensi KB PII akan terus berkurang secara kuantitatif, jika melahirkan kembali PII tidak menjadi prioritas program. 

Ketua Umum KB PII 2 periode itu, berharap KB PII, terutama di Jawa Timur harus melahirkan  program yang fokus pada upaya kaderisasi untuk menghadirkan kembali eksistensi PII. 

Misalnya, merumuskan model model pelatihan yang bisa menarik kaum millenial, sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini.
"Prioritas KB PII harus menghidupkan kembali PII agar eksistensi KB PII tidak punah," harap Nasrullah Larada.
Sementara, ketua PW KB PII Jawa Timur kembali menegaskan menghadapi tahun politik KB PII harus mampu memberi kontribusi pada arah perpolitikan indonesia yang lebih baik.
"Menghadapi tahun politik, semoga keberadaan KB PlI bisa memberi kontribusi pada arah politik yang lebih baik. Masyarakat bisa berfikir cerdas, sehingga mampu memilih pemimpin yang waras", ungkap Prof. Zainuddin Maliki. (Nas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama