// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

PII Lumajang dan Elemen Mahasiswa Tolak Tapera dan Kriminalisasi Aktifis

 


Lumajang, wartamerdeka.info, - Puluhan aktivis terdiri dari, Pelajar Islam Indonesia ( PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), BEM Universitas ITB Widya Gama, BEM Universitas Lumajang, BEM STIH Jenderal Sudirman yang tergabung dalam Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Lumajang menggelar aksi di depan gedung DPRD kabupaten lumajang, Rabu, (12/06/24). 

Dalam aksi unjuk rasa ini, Aliansi Pelajar dan Mahasiswa Lumajang mengangkat dua tuntutan menolak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang ditetapkan pada 20 Mei 2024.

Selain menolak kebijakan Tapera, Aliansi Pelajar dan Mahasiswa ini, juga mendesak pemerintah Stop Kriminalisasi Aktivis. Massa aksi menilai Tapera hanya akan menambah beban penderitaan rakyat.

Koordinator Aksi unjuk rasa, Jauhari mengatakan Tapera ini sama dengan Tabungan Pemerasan Rakyat, karena diberlakukan ditengah rendahnya daya beli masyarakat, ditenggah tingginya pengangguran yang jumlahnya mencapai 10 juta orang.

"Pemerintah sangat tidak peka kepada rakyat di tengah kondisi ekonomi yang sulit, daya beli menurun, justru mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan," Ungkap Jauhari.

Selain melalukan orasi dan menggelar spanduk yang berisi desakan dan tuntutan massa aksi juga membakar sejumlah banner dan kertas didepan gedung DPRD setempat.

Ketua umum PII lumajang, Rendi sebut jika unjuk rasa ini digelar sebagai bukti jika kalangan pelajar dan mahasiswa memiliki empati dan berpihak pada masyarakat. 

"Dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti ini pelajar sebagai kaum intelektual sangat di perlukan untuk turun ke jalan sebagai bukti keberpihakan PII kepada rakyat," Tandas Rendi. (Nob/wm)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama