Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Mengembalikan Marwah Minatani Milik Dan Untuk Kesejahteraan Anggota

 
"Jika saatnya tiba, anggota akan meminta audit ulang asset koperasi, karena dinilai tidak mampu wujudkan kesejahteraan anggota"

Koperasi sekelas KUD Minatani Brondong - kalau SHU dipending hanya karena jumlah nominal yang akan dibagikan terlalu sedikit diterima anggota adalah problem besar ketika kita paham bahwa keberadaan Koperasi bertujuan untuk kesejahteraan anggota dan memastikan perekonomian di desa berjalan baik.

Selain alasan itu, alasan lain besarnya jumlah anggota dinilai sebagai "momo" sehingga SHU yang diterima anggota hanya belasan ribu rupiah. Dan karena itu, dipending diakumulasi dua atau tiga tahun baru diberikan.
Sesungguhnya, ini adalah problem bahwa besarnya jumlah anggota dianggap sebagai masalah. Padahal, seharusnya, anggota adalah asset dan potensi bagi koperasi.

Ini bukti bahwa pengurus tidak mampu mengelola usaha dan memberdayakan anggota ketika memiliki unit usaha besar dan beragam.
Pertanyaannya, kalau hanya belasan ribu rupiah SHU yang diberikan anggota, apalagi kurang dari itu, lantas keberadaan KUD Minatani selama ini, untuk kesejahteraan siapa?.

Memiliki Unit usaha Simpan Pinjam (SP), Perdagangan Umum, Pabrik Es, Apotek dan sejumlah unit usaha lain, termasuk MPS (bermitra dengan pabrik rokok besar).
Unit usaha yang demikian banyak, sementara kesejahteraan anggota diabaikan, Koperasi Minatani nyaris tak ubahnya lembaga usaha milik segelintir orang saja. Miris!!! 

Padahal tujuan utama KUD adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya,  menjadi pusat pelayanan berbagai kegiatan perekonomian pedesaan. Lantas, apakah selama ini KUD Minatani sudah bisa mewujudkan kesejahteraan anggotanya? Jika jawabannya belum, lalu - untuk siapa? Kalau jawabannya sudah, kesejahteraan dalam bentuk apa dan bagaimana?. Dan inilah yang dipastikan akan menjadi bom waktu. (W. Masykar*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...