Skip to main content

Bangunan Eks Puskesmas Dijual Oknum Aparat Desa Karang Bahagia, Dapat Sorotan Warga

BEKASI-Oknum aparat Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, berinisial SB dan RJL diduga menjual gedung (bangunan) exs Puskesmas senilai jutaan rupiah. Hal ini, mendapat sorotan sejumlah warga.

Berdasarkan keterangan yang diterima wartamerdeka.com dari salah satu warga Desa Karang Bahagia, bahwa aset yang masih dimiliki dinas pengelolaan aset daerah Kabupaten Bekasi itu, diduga telah dijual kepada pembeli berinisial MNN. Karena, kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, tanpa ada musyawarah terlebih dahulu dengan perangkat desa dan BPD, Camat, Kepala Puskesmas. "Padahal, gedung itu masih tercatat sebagai kekayaan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi dan belum ada surat penghapusan asetnya," beber sumber.  

Dikatakan sumber, sebelumnya ada transaksi diantara aparat desa itu. Walhasil, lanjut Sumber, terjadi penawaran tentang gedung tersebut. "Oknum dan pembeli telah memanjar uang itu, sisanya setelah gedung selesai dibongkar," beber sumber lagi.

Berdasarkan hasil investigasi, lanjut sumber, pihaknya telah menyampaikan data ini kepada yang bersangkutan. Namun, jelas sumber, yang bersangkutan mengelak dari temuannya dilapangan. "Itu hanya isu dan saya ga menjual gedung, apalagi makan uang panjar," itulah yang dikatakannya, terang sumber, seraya menambahkan saya sebelumnya telah menghubungi orang yang membeli gedung tersebut. 

Lebih lanjut, sumber mengeluhkan bahwa kinerja aparat desa ini sudah tidak layak lagi menjabat. Karena, sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan sering melanggar janji. "Saya berharap, agar Camat, Tata Pemerintahan, Badan Pengawas Daerah, serta Bupati Bekasi segera memanggil oknum itu dan diberi peringatan maupun sanksi yang tegas," pinta sumber. 

Sementara, SB yang dikomfirmasi wartamerdeka.com melalui selulernya, mengatakan tidak ada penjualan gedung puskesmas kepada pembeli. Karena, pihaknya telah melaporkan adanya kondisi gedung tersebut. "Itu tidak benar hanya isyu, yang benar saya melaporkan ke dinas kesehatan terkait kondisi gedung puskesmas sudah rusak berat," kilahnya. 

Diketahui, exs Gedung Puskesmas itu berada di lahan tanah tata kota Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi. Gedung yang baru telah berdiri di tengah Pusat Pemerintahan Kecamatan Karang Bahagia. Dahulu, gedung itu sebagai Kantor Kepala Desa Karang Bahagia, karena kantor desa itu sendiri belum direnovasi. Sekarang ini, Kantor desa kembali menempati kantor yang lama setalah mendapat dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui dana aspirasi anggota dewan untuk rehap kantor desa sebesar Rp 300 juta.  (dha)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).