Skip to main content

Anggaran Sosialisai DBHCHT Diminta Fokus Pada Bidang Pertanian Dan Industri


Ketua Komisi B DPRD Rembang  
Jihad Asia Pustakawan


REMBANG (wartamerdeka.com) - Besarnya  anggaran untuk sosialisai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Rembang tahun 2011 sebesar Rp 500 juta perlu diminimalisir sehingga pemanfaatnya dapat lebih focus untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat, Demikian ungkap Ketua Komisi B DPRD Rembang, Jihad Asia Pustakawan usai rapat evalusai DBHCHT Rembang bersama Pemkab Rembang, pada Rabu pagi (23/11).

Masih kata Jihad  dana untuk sosialisasi yang dikelola oleh Bagian Administrasi Perekonomian Setda Rembang  sekira hampir setengah miliar rupiah, menurutnya dana itu terlalu besar alangkah lebih baik dana itu dialihkan  untuk kepentingan petani tembakau atau pekerja industri rokok, sehingga pemanfaatannya semakin terasa.

Jihad mempertanyakan kenapa harus ada sosialisasi khusus di setiap kecamatan, hal itu terkesan mengahambur hamburkan dana bagi hasil cukai tembakau. “Padahal Pemkab Rembang bisa saja menggunakan ajang sosialisasi melalui peran camat yang sering berkunjung ke desa atau disisipkan pada saat kegiatan dinamika pembangunan,” ujarnya.



Disisi lain, menurut jihad peran camat atau kepala desa akan lebih efektif karena mereka merupakan kepanjangan tangan dari pemkab rembang pada masyarakat.”Dengan demikian kami mengharapakan pemkab Rembang untuk lebih intensif mengoptimalkan paran pemerintah desa untuk memaksimalkan sosilaisai,” katanya.

Sosialisasi  memang perlu dilakukan karena bentuk bantuan  akan diberikan secara langsung. “Dengan kata lain proses administrasi pengajuan bantuan dimulai dari bawah melalui proposal, parktis proses administrasi dari bawah itu harus benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga tidak memicu permasalahan hukum dikemudian hari,”Jelasnya.

Dengan demikian, ungkap Jihad, para pemangku pemerintahan tinggkat desa harus memahami dan mampu memberikan informasi yang benar pada masyarakatnya terkait relisasi anggaran tersebut, jangan sampai ketika ada informasi bantuan kemudian di simpan sendiri oleh mereka.

”Sebab tidak menutup kemungkinan nantinya mereka (kepaladesa )akan  dimusuhi masyarakatnya jika tidak mampu memberikan informasi atau pengertian terkait realisai dana itu, seperti halnya Kades Kabongan Lor, yang belum lama ini dituntut mudur rakyatnya,” ungkapnya.

Jihad menambahkan, untuk tahun ini hasil cukai Rembang, mencapai sekitar Rp 3,1 milyar dana tersebut digunakan untuk pembinaan industri, pengembangan petani dan lingkungan sosial, kemudian sosialisasi bidang cukai serta pemberantasan cukai ilegal.
Untuk tahun depan, ungkap jihad, melihat potensi rembang rekomendasi evaluasi total penggunaan dana bagi hasil cukai tembakau akan lebih difokuskan untuk kepentingan kesejahtraan masyarakat, yakni dengan focus pada bidang pertanian dan industri.”Untuk pertanian akan kita prioritaskan pada penanaman tembaku yang tahun ini memiliki prospek sangat bagus kemudian bidang industri lebih pada peningkatan kesejahtaraan buruh, baik untuk tunjangan kesehatan atau pendidikan keluarga,” tuturnya. (hasan)

Comments

Populer

Delegasi Palestina Mengaku Merasa Bangga Ikut Kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Delegasi Palestina mengaku marasa bangga ikut sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Tasikmalaya Oktober Festival yang akan di laksanakan pada 14-17 Oktober 2017.

Sambut TOF, Hari Ini Mambo Kuliner Tasik, Buka Mulai Pagi Hingga Malam Selama Dua Hari

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) - Mambo Kuliner Nite Tasikmalaya yang biasanya hanya dilaksanakan satu minggu sekali serta buka hanya pada setiap malam sabtu saja di Jalan Mayor Utarya Kota Tasikmalaya,  kini buka selama dua hari berturut-turut pada 14-15 Oktober 2017.

Mengapa Artis Sinetron Lidya Pratiwi Sampai Terlibat Pembunuhan?

Penulis: Aris Kuncoro

Kalau ada berita yang cukup mengejutkan pada pekan lalu, terutama di bidang hukum dan kriminalitas, maka salah satunya adalah soal ditangkapnya artis sinetron Lidya Pratiwi (19) oleh aparat kepolisian karena disangka terlibat pembunuhan berencana terhadap sesama artis yang juga teman dekatnya sendiri, Naek Gonggom Hutagalung (33).

Kasus ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut. Baik menyangkut keberhasilan para petugas reserse Polres Metro Jakarta Utara dalam mengungkap kasus ini, maupun menyangkut latar belakang dan motivasi para pelaku pembunuhan ini, yang menurut pihak kepolisian, melibatkan orang-orang di sekitar keluarga Lidya Pratiwi, seperti, Vince Yusuf (ibu kandung Lidya), Tony Yusuf (paman Lidya), dan Ade Sukardi (teman Tony). Kisahnya benar-benar mirip cerita di sinetron.

Kasat Reserse Polres Jakut Komisaris Andry Wibowo mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus ini didapat setelah polisi menggabungkan penyelidikan elektronik, penyelidikan forensik, dan…

Produksi Minuman Keras Ilegal Merek ‘’Rajawali’’, Komisi B DPRD DKI Minta Pemerintah Tegas Menindak CV Jakarta Indonesia Makmur

JAKARTA – Keberadaan pabrik yang memproduksi minuman keras (miras) illegal bermerek ‘’Rajawali’’ di bawah bendera CV Jakarta Indonesia Makmur di Jalan Kemuning Raya No 19/20 Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat telah meresahkan warga setempat. Bahkan kini sejumlah pihak mendesak agar perusahaan tersebut segera ditutup.

CV Jakarta Indonesia Makmur menurut sejumlah sumber pemiliknya bernama Pieter ini telah memproduksi minuman keras dengan kapasitas lumayan besar, bahkan mencapai ribuan botol setiap hari.

Pabrik miras bermerek ‘’Rajawali” ini tadinya diproduksi di bawah ‘’bendera’’ CV Jakarta. Namun, terhitung mulai tanggal 16 Nopember 2009, CV Jakarta ditutup dan berganti nama badan hukumnya menjadi CV Jakarta Indonesia Makmur dengan logo yang sama persis dimiliki oleh CV Jakarta dengan alamat yang sama pula.


CV Jakarta sendiri telah dilarang memproduksi minuman keras merek ‘’Rajawali’’ karena telah menggelapkan pajak cukai sekitar Rp 5 miliar. CV Jakarta seharusny…

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Foto : Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM.
Oleh:M. Aris Kuncoro
JAKARTA-Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).