Langsung ke konten utama

Ratusan Angkot Jurusan Wanayasa - Purwakarta Mogok Beroperasi, Penumpang Terlantar

PURWAKARTA (wartamerdeka.com) - Pasca akan dilakukan eksekusi Pasar Baru Simpang oleh Pihak Pemkab Purwakarta Kamis 3 Mei lalu ternyata menuai kontroversi berbagai kalangan masyarakat Purwakarta. Di antaranya Pengurus Terminal Wanayasa mengeluhkan adanya pemblokiran jalan raya bagi para awak Angkutan Umum Jurusan Wanayasa-Purwakarta.  Pengurus Terminal Wanayasa Ahmad Sadili kepada wartamerdeka.com, Jumat (18 Mei 2012), mengeluhkan adanya pemblokiran jalan raya Wanayasa-Purwakarta bagi mobil angkot jurusan Wanayasa-Purwakarta, ketika akan ada pembongkaran bangunan Pasar Baru Simpang. “Akibatnya ratusan mobil angkot jurusan Wanayasa-Purwakarta tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa,”keluh Ahmad.
Menurut Ahmad Sadili, Rabu tanggal 2 Mei lalu beberapa Pengurus Terminal di undang Pihak Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pos, Telekomunikasi (Dishubparpostel) Kabupaten Purwakarta  melakukan rapat di Gedung Kembar Nakula Sadewa Purwakarta membahas soal Tata Tertib Lalu Lintas. Tapi, ketika itu Kepala Dishubparpostel Nana Mulyana malah membahas dan menginstruksikan pemogokan Armada Angkutan Kota Jurusan Wanayasa-Purwakarta. “Bahkan ratusan Ojeg yang mangkal di Wanayasa dan Simpang Purwakarta  diberhentikan untuk tidak beroperasi,”ujar Ahmad sadili.

Ketika itu pihak Dishubparpostel memberikan penggantian kepada ratusan Sopir Angkot Warna Kuning Jurusan Wanayasa-Purwakarta sebesar Rp150 ribu dan untuk Para Ojeg sebesar Rp50 ribu. “Namun, saat itu Pihak Dishubparpostel pun berjanji  kepada Pengurus Terminal akan memberikan uang penggantian dengan jumlah yang sama Rp150 ribu,”ujar Ahmad Sadili.

Salah seorang warga masyarakat Wanayasa Bah Didi ketika dimintai keterangan dirinya merasa kecewa. Saat itu Bah Didi (45) akan pergi ke Kuningan mau naik angkot arah Purwakarta, tapi ternyata tidak ada satupun mobil angkot yang mangkal di Terminal Wanayasa. Semua armada angkot kumpul parkir di Situ Wanayasa tidak beroperasi.

Sementara, salah seorang tokoh Wanayasa H. Faisal menyayangkan adanya pemberhentian Armada Angkutan Kota Jurusan Wanayasa-Purwakarta oleh Pihak Pemkab Purwakarta, karena banyak warga atau penumpang yang terlantar tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Bahkan, Ketua Terminal Wanayasa kena imbas dimarahi semua warga dan penumpang,”tegas H. Faisal.

“Seharusnya Pihak Pemkab Purwakarta dalam hal ini Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi ketika memberikan informasi tidak mendadak, sehingga, Para Pengurus Terminal, khususnya di Wanayasa bisa memberikan aba-aba terhadap masyarakat maupun seluruh sopir Angkutan Kota. Jadi, Pihak Pengurus Terminal bisa antisipasi sebelumnya,”tegas H. Faisal. (Andhi Jalal)

Keterangan Foto: Angkot jurusan Wanayasa - Purwakarta mogok, dan  Pengurus Terminal Wanayasa Ahmad Sadili (insert).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...