// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

Sekda Barru Tegaskan Pemerintah Tidak Lakukan Pembiaran Terkait Polemik di Masjid Nurut Tajdid


BARRU
(wartamerdeka.info) - Menjelang Hari Raya Idulfitri sempat terjadi perbedaan pandangan terkait rencana pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid, Kompleks Perumahan Pepabri, Kabupaten Barru yang memicu perdebatan antara sesama jamaah. 

Perdebatan ke dua kelompok karena sebagian jamaah rencana melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid pada Jumat (20/3/2026) sedangkan sebagian lainnya akan melaksanakan salat di mesjid yang sama pada Sabtu (21/3/2026), sehingga sempat terjadi perdebatan di antara kedua pihak.

Menanggapi dinamika tersebut, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si, yang dihubungi usai menghadiri kegiatan halal bihalal di Bola Sobae, Selasa (23/3/2026), menegaskan bahwa pemerintah daerah sejak awal hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Ia menepis anggapan bahwa pemerintah melakukan pembiaran terhadap situasi yang terjadi.

“Tidak benar jika pemerintah dianggap melakukan pembiaran. Saat terjadi perdebatan di lapangan, pemerintah melalui Camat Barru bersama unsur TNI dan Polri langsung hadir untuk mengamankan situasi,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama aparat keamanan di lokasi bertujuan untuk meredam ketegangan serta memastikan suasana tetap aman dan terkendali, terlebih karena peristiwa tersebut berkaitan dengan perbedaan penetapan waktu pelaksanaan Hari Raya Idulfitri.

Lebih lanjut, Abubakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan berbagai unsur terkait guna membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.

“Insya Allah dalam waktu singkat kita akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur terkait, terutama untuk menegaskan status masjid tersebut, sehingga ke depan tidak lagi menimbulkan perbedaan penafsiran di tengah jamaah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Barru berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta terus menjaga ukhuwah Islamiyah, sehingga suasana kebersamaan dan kedamaian tetap terpelihara, terlebih di momentum Idulfitri yang sejatinya menjadi waktu untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.(Syamsu)

Josep Minar

No Comment

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama