TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sekda Barru Tegaskan Pemerintah Tidak Lakukan Pembiaran Terkait Polemik di Masjid Nurut Tajdid


BARRU
(wartamerdeka.info) - Menjelang Hari Raya Idulfitri sempat terjadi perbedaan pandangan terkait rencana pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid, Kompleks Perumahan Pepabri, Kabupaten Barru yang memicu perdebatan antara sesama jamaah. 

Perdebatan ke dua kelompok karena sebagian jamaah rencana melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid pada Jumat (20/3/2026) sedangkan sebagian lainnya akan melaksanakan salat di mesjid yang sama pada Sabtu (21/3/2026), sehingga sempat terjadi perdebatan di antara kedua pihak.

Menanggapi dinamika tersebut, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar, S.Sos., M.Si, yang dihubungi usai menghadiri kegiatan halal bihalal di Bola Sobae, Selasa (23/3/2026), menegaskan bahwa pemerintah daerah sejak awal hadir untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Ia menepis anggapan bahwa pemerintah melakukan pembiaran terhadap situasi yang terjadi.

“Tidak benar jika pemerintah dianggap melakukan pembiaran. Saat terjadi perdebatan di lapangan, pemerintah melalui Camat Barru bersama unsur TNI dan Polri langsung hadir untuk mengamankan situasi,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama aparat keamanan di lokasi bertujuan untuk meredam ketegangan serta memastikan suasana tetap aman dan terkendali, terlebih karena peristiwa tersebut berkaitan dengan perbedaan penetapan waktu pelaksanaan Hari Raya Idulfitri.

Lebih lanjut, Abubakar menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru dalam waktu dekat akan menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan berbagai unsur terkait guna membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.

“Insya Allah dalam waktu singkat kita akan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur terkait, terutama untuk menegaskan status masjid tersebut, sehingga ke depan tidak lagi menimbulkan perbedaan penafsiran di tengah jamaah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Barru berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta terus menjaga ukhuwah Islamiyah, sehingga suasana kebersamaan dan kedamaian tetap terpelihara, terlebih di momentum Idulfitri yang sejatinya menjadi waktu untuk saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.(Syamsu)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama