// Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. //

Berita Foto

Israel tidak akan bernegosiasi dengan Hizbullah


Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, mengatakan meskipun Israel telah setuju untuk melakukan pembicaraan tentang Lebanon di Washington, DC, pada hari Selasa, namun tidak akan membahas gencatan senjata dengan Hizbullah..

Lanjut...

PII Jatim Selenggarakan Leadership Basic Training di Kediri

 Kediri, wartamerdeka.info, - Pengurus Pelajar Islam Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Timur (PW PII Jatim) terus melakukan pembinaan dan kaderisasi tanpa putus kepada generasi muda khususnya kalangan pelajar yang menjadi konsen utamanya.

Itu tampak dari agenda kegiatan yang sudah terencana dengan baik, seperti kegiatan BATRA (Leadership Basic Training) yang berlangsung di Kauman, Gurah Kabupaten Kediri awal Ramadhan, 11-17 Maret 2023.

Ketua Umum PII Jatim, Chamid mengungkapkan kegiatan Batra di Kediri diikuti peserta dari berbagai daerah dan kota di jawa timur.

“Dalam acara ini hadir kader PII dari Banyuwangi, Lumajang, Sumenep, Lamongan, Blitar hingga Ngawi ikut serta meramaikan.” Kata Chamid dalam keterangan tertulis yang dikirim ke media ini.

Hadir pula Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kab kediri, seperti Etik Khusnatul Mar Ati seorang aktivis Aisyiyah Kediri dan Achmad Fanani Sumali yang juga aktivis Muhammadiyah Kediri.

Chamid mengatakan untuk mencetak kader umat yang potensial proses kaderisasi harus berjalan terus menerus dan berjenjang.

“Dalam proses kaderisasi setidaknya ada 4 pilar yang harus dijaga estafetnya, pertama proses rekrutmen kader, kedua pembinaan mental dan ideologi agar daya tahan juangnya kuat, ketiga pembinaan kecakapan soft skill yang mumpuni dan distribusi serta mentoring kader ke lini strategis” tutup dia. (Galih)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama