Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

Huruf "R" Dan Pilkada Lamongan

 

                                               Oleh : W. Masykar

"ketika ngobrol dengan sejumlah kawan di salah satu lokasi di kawasan pantura. Salah satu kawan, sebut saja Kyai Galon, dia bilang, yang duduk di tampuk kekuasaan sebagai orang nomor satu Lamongan lima tahun kedepan, namanya ada aksara R."


Sempat terjadi eskalasi bahkan turbulensi, suhu politik di Lamongan menjelang pelaksanaan pilkada serentak November mendatang, kini mulai cooling down. Belum pasti apa  penyebabnya, tapi setidaknya suhu menurun karena beberapa kandidat yang menggebu di awal kini mulai menghilang entah kemana? Masih tersisa beberapa yang diyakini bakal konsis melawan pasangan petahana. Abdul Ghofur dan Dyah Roro Esti. 

Dua nama ini, publik Lamongan masih meyakini bakal ikut bertarung pada kontestasi pemilihan bupati dan wakil bupati Lamongan 2024. Meski salah satu kader dari Gerindra, Imam Mukhlisin yang sebelumnya digadang bakal disandingkan dengan Abdul Ghofur telah memastikan berlabuh memberi dukungan ke pasangan Petahana, bagi Ghofur meminang kandidat lain, tampaknya tidak terlalu sulit, misalnya menggandeng putra mantan Bupati Lamongan, Deby Kurniawan. 

Hasil survey yang menyebut elektabilitas incumbent masih tinggi meski tingkat kepuasannya mengkhawatirkan mampu membuat beberapa bakal lawan yang sudah mendaftar di KPU tidak lagi terdengar gaungnya. Misalnya, nama Kusnul Yakin.

Dengan tidak terdengarnya Kusnul Yakin, maka jika disimulasikan ada tiga pasangan cabup-cawabup yang bakal ikut kontestasi pada pilkada Lamongan 2024. Meski dua pasang bukan berarti petahana melenggang. Tetap saja sebagai incumbent harus berupaya gigih untuk tetap memenangkan kontestasi. 

Dimulainya seperti ini, jika Petahana (Yuhronur Efendi) berpasangan dengan Dirham Akbar Aksara, Dyah Roro Esti dengan Suhandoyo dan Abdul Ghofur dengan Debi Kurniawan. Siapa pemenangnya? Belum ada jawaban, tapi dipastikan seru. 

Pertanyaan ini, saya teringat ketika ngobrol dengan sejumlah kawan di salah satu lokasi di kawasan pantura. Salah satu kawan, sebut saja Kyai Galon, dia bilang, yang duduk di tampuk kekuasaan sebagai orang nomor satu Lamongan lima tahun kedepan, namanya ada aksara R. Bahkan panggilannya pun mengandung bunyi R.
Pertama, saya pikir analisis itu, guyonan sehingga saya nyletuk, "berarti saya juga berpeluang, karena nama saya mengandung aksara R (Masykar)."
"Betul, tapi sampeyan kan tidak mendaftar berarti sampeyan dipastikan tidak bisa jadi Bupati," jawabnya.
"Hhhhhhhh"
Lanjut saya ceritakan apa yang disampaikan kawan tadi. Dia menyebut ada nama Yuhronur Efendi panggilannya Pak Nur atau Mas Nur. Dyah Roro Esti panggilannya Mbak Roro, dan Abdul Ghofur panggilannya Pak Ghofur atau Mas Ghofur.

Nah, lantas kenapa Deby Kurniawan tidak masuk kedalam kategori itu? Namanya Debi Kurniawan panggilannya Mas Iwan. Namanya mengandung huruf R, tapi panggilannya tidak. Artinya, dia lebih tepat diposisi orang kedua, termasuk Dirham Akbar Aksara. Apalagi publik Lamongan belum banyak mengenalnya. Namanya saja baru belakangan ini, agak menjadi percaturan.

Kembali ke aksara R. Ketiganya punya peluang yang sama. Hanya saja, nama Roro Dyah Esti agak lebih dominan karena huruf R nya berada di depan. Meski tiga nama tersebut semuanya merupakan kader terbaik.

Jika dari logika politik, ketiganya untuk bisa maju di pertarungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tetap harus melalui kendaraan politik. Partai politik yang akan mengusungnya. PKB katakanlah memberi rekom ke Abdul Ghofur (yang kemarin diributkan itu, bukan rekom tapi semacam Surat Tugas).

Kemudian, Dyah Roro Esti diusung partai Golkar dan PAN. Pak Yes (incumbent) di usung Gerindra, PKS, PDI misalnya. Maka dipastikan permainan akan semakin seru. Karena selama ini, incumbent banyak dipahami publik sosok yang paling dekat dengan Partai Golkar. (**)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...